-->

Haruskah Saya berhenti minum kopi?

Haruskah Saya berhenti minum kopi?

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang manfaat kopi maupun bahaya kopi, berikutnya adalah tentang berhenti minum kopi.

 

Haruskah Saya berhenti minum kopi?

Ketika kita mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi.

Haruskah saya berhenti minum kopi?

Ada beberapa sinyal bahaya jika sebaiknya kita harus berhenti minum kopi yaitu diantaranya adalah merasa gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood ( misalnya cepat marah).

Gejala kecanduan kafein biasanya ditandai dengan sakit kepala, peka terhadap rangsangan, selalu menginginkan kafein, mungkin dalam bentuk minum kopi secara berlebihan.

Kecanduan dan kebiasaan minum kopi.

Kecanduan kopi sebenarnya jarang ditemui, namun kopi dapat menimbulkan semacam habituasi, yakni tubuh menjadi punya “kebiasaan” mengonsumsi kafein. Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffein withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, ngantuk, sukar konsentrasi. Namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat kafein dosis baru.

Secara jangka panjang, efek negatif terlalu banyak mengonsumsi kopi, bisa mengakibatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat gizi yang terdapat dalam makanan menurun, meningkatkan tekkanan saraf, jantung berdebar, insomnia atau susah tidur dan kesulitan dalam penyerapan zat Seng (Zn) kemudian membatasi masukan Kalsium (Ca).

Sedangkan keracunan kafein atau “mabuk” kafein bisa terjadi bila terlalu banyak minum kopi. Gejalanya resah, suasana bisa tidak menentu, mudah marah, depresi, cemas, sulit konsentrasi, insomnia, deg-degan, sering buang air kecil. Dalam kasus lebih lanjut bisa terjadi kejang otot, panik, denyut jantung terganggu.